MOTIVASI UNTUK PENYELESAIAN MASALAH BELAJAR

Motivasi Untuk Penyelesaian Masalah Belajar

Proses pembelajaran adalah ciri khas dalam suatu lingkungan sekolah. Dengan demikian orang yang sedang menjalani pendidikan pada lembaga pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat memiliki kesiapan yang cukup untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk memasuki lapangan kerja yang dalam masyarakat. Setiap peserta didik memiliki problmatika terhadap kegiatan belajarnya. Dampakya, prestasi belajar yang kurang memuaskan. Masalah ini dapat disebut juga dengan kesulitan belajar.
Peserta didik yang memiliki masalah belajar perlu mendapat bantuan agar masalahnya tidak berlarut-larut yang nantinya dapat mempengaruhi proses perkembangan peserta didik. Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami peserta didik dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intelegensi. (Prayitno dan Erman Amti, 2014: 279).
Dengan adanya problematika di lingkungan pendidikan, maka kita harus lebih banyak memberikan motivasi kepada para pelajar supaya mereka semua memilikisemangat belajar yang lebih untuk mengejar mimpinya.
Motivasi sangat penting artinya dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.
Lingkungan sejatinya berpengaruh pada motivasi. Tetapi tidak selamanya lingkunga yang sama akan membuat seseorang mempuyai motivasi yang sama. Motivasi yang terpenting datang dari manusia itu sendiri. Sedangkan motivasi dari lingkungan sekitar adalah sebagai pelengkap motivasi.
Pelajar sekarang ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game online dari pada menggunakan waktunya untuk belajar. Apalagi dalam beberapa tahun ini pembelaran tatap muka disekolah diganti menjadi pembelajaran daring jarak jauh dari rumah karena adanya covid.
Hal tersebut juga menjadi pemicu malasnya para pelajar memotivasi diri mereka untuk giat belajar. Pengembangan pikiran sebagian besar dilakukan di sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi melalui bidang studi-bidang studi yang mereka pelajari.( Ria Dwi Septyani, 2014)
Banyak sekali faktor yang dapat memicu kurangnya semangat belajar. Sarana pembelajaran juga turut menjadi faktor pemicu kurangnya semangat belajar. Lingkungan pembelajaran pun dapat menjadi pemicunya. Saat ini, banyak siwa yang kurang termotivasi untuk belajar. Hal tersebut dapat di lihat dari sikap siswa yang acuh terhadap proses pembelajaran, tidak memperhatikan guru ketika menjelaskan materi serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
Menurut Benyamin Bloom sebagai mana dikutip (W.S. Winkel ,1991 : 115), kualitas pengajaran sangat bergantung pada cara menyajikan ateri yang harus dipelajari. Siswa pada dasarnya termotivasi untuk melakukan suatu aktivitas untuk dirinya sendiri karena ingin mendapatkan kesenangan dari pelajaran, atau merasa kebutuhannya terpenuhi.Adajuga Siswa yang termotivasi melaksanakan belajar dalam rangka memperoleh penghargaan atau menghindari hukuman dari luar dirinya sendiri, seperti: nilai, tanda penghargaan, atau pujian guru (Lepper, 1988).
Perlu kita ketahui bahwa di setiap proses kehidupan kita perlu untuk belajar. Belajar merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku dari individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.
Hal tersebut berarti bahwa apabila seseorang mau belajar atau ingin mempelajari sesuatu, maka dia sendirilah yang harus mempelajarinya. Bukti bahwa seseorang telah melakukan kegiatan belajar ialah adanya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, yang sebelumnya tidak ada atau tingkah lakunya tersebut masih lemah atau kurang.Tingkah laku memiliki unsure objektif dan unsur subjektif. Unsur objektif adalah unsur motorik atau unsur jasmaniah sedangkan unsur subjektif adalah unsur rohaniah (Hamalik, 2011: 26).
Dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Proses pembelajaran akan berhasil apabila siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Sementara itu, belajar merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Kegiatan pembelajaran tidak pernah bisa dilakukan tanpa adanya dorongan atau motivasi yang kuat dari dalam diri individu ataupun dari luar individu yang mengikuti kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran akan berhasil apabila siswa mempunyai motivasi dan semangat dalam belajar.

Daftarpustaka
Kompas.com. Teknik Motivasi Untuk Penyelesaian Masalah Belajar, 01-2023 https://www.kompasiana.com/nurulaz3126/5fc4bc0a8ede4838983138a2/penggunaan-teknik-motivasi-belajar-untuk-penyelesaian-masalah-belajar-kurangnya-motivasi-belajar
pdf muhammadanas@yahoo.co.id. Motivasi Belajar Mahasiswa, 01-2023
FatmilaTakhwifa.Motivasi Diri, 01-2023
https://www.academia.edu/29324546/ESSAY_TEMA_MOTIVASI_DIRI-
Studocu. Belajar dan Pembelajaran,02-2023
https://www.studocu.com/id/document/universitas-negeri-malang/belajar-dan-pembelajaran/essay-media-pembelajaran/2492029

Komentar