coaching dalam lingkungan sekolah
Proses coaching berfokus pada membantu orang lain belajar dengan cara yang memungkinkan dia terus berkembang setelahnya. Itu didasarkan pada bertanya daripada memberi tahu, pada memprovokasi pemikiran daripada memberikan arahan dan pada meminta pertanggungjawaban seseorang untuk tujuannya. Menjadi seorang guru harus siap untuk berada di antara murid dengan segala perbedaannya. Seorang guru harus benar-benar memiliki komitmen yang kuat untuk bersama-sama murid menebalkan garis samar yang dimilikinya.
Singkatnya, coaching diartikan sebagai kegiatan yang melibatkan orang yang berpengalaman (coach) membantu orang yang belajar (coachee) dalam mengembangkan keterampilan dan kepribadiannya untuk meraih kesuksesan.
Coaching dalam dunia pendidikan atau pembelajaran dimaksudkan dengan tujuan untuk membina, mendukung, serta mengarahkan peserta didik guna mengembangkan SDM yang dimilikinya.
Komunikasi baik menjadi jalan utama untuk melakukan pendekatan dalam rangka membangun kenyamanan dan kesetaraan hingga tercipta rasa empati, saling menghormati, menghargai antara guru dan murid. Selain itu, komunikasi baik juga menjadi rangkaian proses menemukenali potensi yang dimiliki murid sebagai bentuk kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Seorang coach dapat memberi tantangan, menginformasikan, dan memberi nasihat. Guru sebagai coach memberikan kebebasan kepada murid untuk benar-benar menemukan kekuatan dan potensi yang dimiliki.
Proses menuntun yang dilakukan guru dalam praktek coaching dimana guru sebagai coach berperan untuk menggali, menemukan kekuatan kodrat dan potensinya untuk bisa hidup sesuai tuntutan alam dan zaman. Dalam proses coaching guru sebagai pamong mengajukan pertanyaan efektif dan reflektif untuk menggali segala potensi yang dimiliki murid dengan tidak memberikan solusi akan tetapi mengarahkan mencari solusi.
coaching memainkan peranan yang sangat penting karena membuat murid merdeka dalam belajar untuk mengeksplorasi diri guna mencapai tujuan pembelajaran dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
Praktek Coachingyang di lakukan guru di sekolah sejalan dengan Filosofi Ki Hajar Dewantara . Menurut KHD pendidikan itu adalah ada proses menuntun yang dilakukan guru untuk mengubah perilaku murid sehingga dapat hidup sesuai kodratnya baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat.
Sistem among yang di maksud oleh Ki Hajar Dewantara dalam konsep pendidkan yang di gagasnya yaitu. Pendidik sebagai penuntun bagi anak didiknya haruslah mampu melakukan pendekatan melalui proses komunikasi. Komunikasi yang dapat membangun kenyamanan dan kesetaraan sehingga tercipta rasa empati, saling menghormati dan saling menghargai antara guru dan murid. proses komunikasi yang dijalankan melalui serangkaian proses untuk menemu kenali segala apa yang dimilki murid sebagai bentuk kekuatan untuk menyelesaikan segala apa yang dihadapinya. Proses tersebut tercipta dalam coaching.
Komentar
Posting Komentar